Sepinya Pembeli Hewan Kurban Dikeluhkan Pedagang di Pasar Randudongkal Jelang Idul Adha 1443 H

IMG-20220704-WA0009

ICN | Pemalang,- Menjelang Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriah Sejumlah Pedagang hewan Ternak, Sapi, Kerbau, dan kambing di Pasar Hewan Banjaranyar, Kecamatan Randudongkal, Kabupaten Pemalang mengeluh akibat sepinya pembeli. Menurut pedagang, kondisi ini dipicu oleh kabar merebaknya wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Padahal, tidak semua hewan terkena PMK, hanya saja Informasi yang berkembang membawa efek kekhawatiran di sebagian masyarakat, sehingga banyak yang enggan membeli hewan ternak untuk berkurban di Hari Raya Idul Adha tahun ini.

Menurut salah satu pedagang sapi yang datang dari Purbalingga Slamet Riyanto, ia mengeluhkan sepinya pengunjung yang datang ke pasar untuk membeli hewan kurban, Minggu (3/7/2022).

“Tahun ini sepi pak, tidak seperti tahun yang lalu, karena ada wabah PMK jadi pengunjung/pembeli, enggan datang ke pasar untuk membeli hewan qurban. semoga wabah ini bisa cepat berlalu, agar pasar kembali normal,”ucapnya dengan logat ngapak khas Purbalingga.

Berbeda dengan pedagang sapi, pedagang kambing Noto dari Warungpring justru mengatakan untuk penjualan kambing masih normal dan harga tetap stabil, menjelaskan kepada awak media saat ditemui di lokasi area khusus penjualan kambing di pasar hewan Randudongkal.

“Untuk penjualan kambing sampai hari ini masih normal dan setabil, alhmdulilah, untuk saya pribadi penjualan kambing tahun ini ada peningkatan,”terangnya singkat, sambil tetap memegangi tali yang mengikat di leher kambing dagangannya.

Bukan hanya pedagang yang mengeluh, pengelola pasar Suyitno juga ikut menjelaskan perihal sepinya pembeli yang datang di pasar hewan yang ia kelola, tentu dengan kurangnya pembeli, otomatis pedagang yang datang dari berbagai daerah juga enggan menjajakan hewan dagangannya, tentu diakibatkan semenjak merebaknya kasus (PMK) bergulir. Kemudian berharap agar pedagang yang datang membawa hewan dagangannya dipastikan sehat dan sudah diperiksa oleh dokter hewan agar tidak menular.

“Semenjak ada Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) memang pedagang dan pembeli dari berbagai daerah mulai berkurang, tentunya disebabkan akibat ada penyakit PMK, biasanya ramai, baik pedagang maupun pembeli. Kemudian saya menghimbau agar pedagang, memastikan hewan dagangannya tidak tertular penyakit dan harus benar-benar sehat, tentunya untuk kebaikan bersama,” tuturnya penuh harap.

(Iwan/Saeful)

Berita Terkait

26 September 2022

Film Pembauran di Gedung Sobokartti Semarang

www.indonesiacerdasnews.com - Gedung Cagar Budaya Sobokartti beralamat Jalan dr Cipto 31-33 Semarang yang biasanya digunakan untuk tempat latihan tari Jawa, Gamelan, Pranatacara, Pedalangan, Sinden, tanggal 24 September 2022 ornamen gedung dan...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *