Film Tutuge Hadirkan Kisah Berlatar Budaya Bali dengan Kaya Pesan Moral

IMG-20220413-WA0030

ICN | Jakarta, 12 April 2022 – Selama ini Bali telah dikenal dengan beragam keindahan alamnya yang begitu mempesona dan eksotis. Di Pulau Dewata ini juga tersimpan kearifan lokal melalui budayanya yang sudah dikenal publik.

Kekuatan pesona alam dan kearifan budaya Bali inilah yang kemudian menjadi kekuatan sekaligus pondasi cerita dari film Tutuge. Film ini menjadi debut karya sutradara Virlanwana Langgong, Bergenre drama psikologi, film Tutuge ini siap memberikan tontonan menghibur para penikmat film nasional.

“Film ini secara khusus mengangkat cerita dari salah satu kearifan lokal yang ada di Bali. Film ini menjadi medium untuk menyampaikan banyak pesan moral, mulai dari pengampunan, penemuan jati diri dan penebusan perilaku yang kita kemas dengan keindahan budaya Bali,” tutur Virlan pada acara gala premier filmnya di Epicentrum Walk, Jakarta Selatan, Selasa (12/4).

Dalam film ini, Virlan memilih Rania Putri Sari sebagai pemeran utama yang memerankan tokoh Ameera Janus. Rania sebelumnya sudah pernah membintangi Surat Cinta Untuk Kartini, Anak Garuda, Bumi Itu Bulat dan Namamu Kata Pertamaku.

Pemeran lainnya dalam film Tutuge ada juga Imelda Therrine, Rizky Hanggono, dan Ismi Melinda. Selain sineas nasional, film ini juga mengajak para pemeran dari Bali, yaitu Langlang Buana, Komang Suendra, Nina Tutachi, dan Made Devi Ranita Ningtara.

Tommy Indratama, executive producer dari Sin3rgi, mengatakan film berdurasi 2 jam 20 menit ini memilih Bali sebagai lokasi shooting. Proses pengambilan gambar dari film ini, kata dia, dilakukan sebelum badai pandemi Covid-19 datang di Indonesia.

“Penantian untuk produksi film ini cukup lama bagi kami. Tapi kami merasa sangat puas dengan hasilnya,” kata Tommy sambil mengakui sosok Virlan sebenarnya adalah kawan lama.

Tommy juga optimistis, film yang mengusung kisah horor ini bakal mendapatkan hati di penikmat film Tanah Air. Optimisme itu menguat setelah film ini mendapatkan deretan penghargaan dari pentas film internasional. Diantaranya menyabet penghargaan film horor terbaik serta sinematografi terbaik dari Asian Film Awards Academy atau AFA Academy 2021.

Penghargaan lainnya didapat juga dari Hollywood International Golden Age (HIGA) sebagai best international feature film serta film horor terbaik dari Andromeda Film Festival ke-7. Selain itu, Tutuge juga terpilih sebagai finalis Golden Harvest Film Festival di Tokyo, Jepang, pada 2021.

“Harapan saya, film ini memberikan warna baru bagi industri perfilman nasional,” ujar Tommy.

Rico Michael, associate producers, berharap semua apresiasi yang sudah didapat dari pentas festival film internasional itu bisa menjadi pembuka jalan untuk memberikan hiburan bagi para penikmat film horor di Indonesia. “Film ini rencananya akan tayang perdana di Indonesia pada 14 April nanti. Semoga saja film ini bisa menjadi hiburan yang bergizi bagi para pencinta film nasional,” kata Rico.

Sementara itu, Ismi Melinda merasa sangat senang bisa terlibat dalam film ini. Salah satu alasannya adalah film ini mengemas cerita mistis yang dileburkan dengan kearifan budaya Indonesia. “Melalui peran di film ini saya menjadi belajar bahasa dan budaya Bali. Buat saya ini jadi pengalaman luar biasa,” kata wanita yang memerankan tokoh Sasmita.

Kegembiraan serupa juga disampaikan oleh Nina Tutachi, salah satu aktris asal Bali yang baru berusia 12 tahun. Ia mengaku saat proses produksi film ini dirinya masih berusia 9 tahun. “Ini jadi film pertama aku. Di sini aku menjadi hantu. Tentu saja ini jadi pengalaman yang menarik,” kata gadis cilik asal Seminyak, Bali ini.

Sebelum penayangan gala premier di Jakarta, film Tutuge telah mendapatkan apresiasi positif saat menggelar screening filmnya di bioskop Beach Walk, Kuta, Bali, pada Jumat (8/4) malam. Selain itu, kru film ini menyempatkan diri untuk melakukan upacara nyawang atau menyampaikan rasa syukur atas usainya proses produksi di Puri Agung Peliatan Desa Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali.

ABOUT

FILM TUTUGE

Film Tutuge merupakan film bergenre drama misteri. Film ini mengisahkan tentang Ameera Janus, seorang tokoh supranatural protagonis. Dalam kisahnya, Ameera bertemu dengan Laras, seorang penari Bali yang didiagnosa dokter mengidap penyakit Alzheimer. Dari sinilah kisah itu mengalir. Film ini diproduksi oleh Sin3rgi dengan mengambil lokasi shooting selama 20 hari di Bali sebelum pandemi Covid-19. Film Tutuge sudah memperoleh juga sejumlah penghargaan dari pentas film internasional seperti film horor terbaik serta sinematografi terbaik dari Asian Film Awards Academy atau AFA Academy 2021, Hollywood International Golden Age (HIGA) sebagai best international feature film serta film horor terbaik dari Andromeda Film Festival ke-7, serta finalis Golden Harvest Film Festival di Tokyo, Jepang, pada 2021.

VIRLANWANA LANGGONG

Di industri hiburan tanah air, sosok Virlawana Langgong bukan nama asing. Namanya sudah dikenal luas sebagai sutradara video musik bagi sejumlah musisi ternama di negeri ini. Di antara musisi yang pernah dibuatkan video musiknya ada Glen Fredly, Ello, Dewi Sandra, Audy, Elfa’s Singer, Rizky Febrian, Virzha, Element, Aliando, Nikita Willy, Citra Scholastika, Lyodra dan masih banyak musisi maupun jebolan Indonesian Idol lainnya. Karya yang disajikan Virlan memiliki keunikan dalam teknik Sinematografi. Ia mampu memberikan nuansa artistik yang kuat serta memberikan getaran yang tampak natural, tanpa mengindahkan sisi keindahannya.
[ Red /RLs ]

Berita Terkait

26 September 2022

Film Pembauran di Gedung Sobokartti Semarang

www.indonesiacerdasnews.com - Gedung Cagar Budaya Sobokartti beralamat Jalan dr Cipto 31-33 Semarang yang biasanya digunakan untuk tempat latihan tari Jawa, Gamelan, Pranatacara, Pedalangan, Sinden, tanggal 24 September 2022 ornamen gedung dan...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *