Metal Angels Gelar Semarang Extreme Agression #7

Screenshot_20251130-150142_1

WWW.INDONESIACERDASNEWS.COM ||SEMARANG — Di pelataran Burjo Heritage Semarang 29 November 2025 dimarakkan beberapa band memekakkan musik metal dan rock dalam acara Semarang Extreme Agression #7 yang diadakan Komunitas “Metal Angels”, sebuah komunitas yang berdiri pada tahun 1989 di Semarang.

Sejak tujuh tahun yang lalu, Komunitas Metal Angels yang biasanya aktif menggelar even musik metal mulai mengagendakan kegiatan rutin tahunan yang dinamakan “Semarang Extreme Agression”.

Tahun ini beberapa band metal dan rock yang tampil dalam “Semarang Extreme Agression #7” antara lain J.O.T.D (Surakarta) , SERANGKA (Bekasi), ROTTENPIG (Purworejo), GORE OF FLESH (Boyolali), BESI PENGHANCUR (Boyolali), THE EXPIRED, YPHP, MABIT, LIEREN, EMOROCKVIDZ, JMS dan EJU & FRIEND. Beberapa Band menampilkan karya sendiri dan banyak pula Band yang memakai kostum tematik.

“Cukup membanggakan , selama tujuh tahun ini Metal Angels tidak pernah absen menggelar “Semarang Extreme Agression” . Mudah – mudahan di tahun – tahun depan tetap dapat terlaksana secara rutin, kalau dapat melibatkan anak – anak muda untuk regenerasi “ kata “sesepuh” Metal Angels Agung Sudarmanto.

Agung juga mengatakan meskipun “Semarang Extreme Agression” rutin digelar, namun peran para band pengisi dan para penonton yang antusias ikut berperan menambah semaraknya acara. “Tanpa kalian. (Red: maksudnya para pengisi band dan penonton), panggung even ini sepi, “ lanjut Agung.

Ketika ditemui awak media, Triyani atau yang lebih dikenal dengan Yanie Metal Angels menuturkan bahwa sebenarnya cukup banyak band yang ingin perform di even “Semarang Extreme Agression#7”. “Karena keterbatasan waktu yang hanya sampai jam 23.30, maka beberapa Band terpaksa kami cancel, “ kata Yanie .

“Laporan pandangan mata penampilan band Semarang Extreme Agression sejak pertama hingga yang terakhir selalu kami upload di channel Youtube agar masyarakat dapat ikut menikmati perform band dengan sekaligus dapat mengikuti perjalanan Semarang Extreme Agression dari tahun ke tahun,” lanjut Yanie.

(Tim Redaksi)