Kecewa dan Merasa Terintimidasi, Orang Tua Atlet Renang Akan Tempuh Jalur Hukum

IMG-20221130-WA0031

KOTA TANGERANG,  ICN –

Sejumlah orang tua atlet renang yang membela Kabupaten Tangerang dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Banten VI yang digelar di Kota Tangerang pada tanggal 20-29 November 2022 menggelar pertemuan di salah satu restoran siap saji di kawasan BSD Kota Tangsel, Senin (28/11/2022).

Menurut keterangan Ardiyansah Ketua II PRSI Provinsi Banten, pertemuan orang tua atlet yang berkeberatan atas putusan Dewan Hakim Porprov Banten VI yang dianggap tidak adil dan berkesan memihak kepada salah satu daerah dan yang paling menyedihkan mendapat intimidasi di grup WhatsApp.

Para orang tua atlet yang merasa keberatan atas putusan dewan hakim Porprov VI berkumpul dan akan melakukan perlawanan atas putusan tersebut. Para orang tua akan mengambil langkah hukum atas ketidakadilan dan intimidasi yang mereka terima.

Doni salah satu orang tua atlet mengatakan dirinya merasa kalau Pengcab PRSI dan KONI Kota Tangsel sangat arogan dan jahat ingin menghancurkan prestasi anak anak kami. Selama ini kami orang tua menunggu Pengcab PRSI dan KONI Kota Tangsel untuk mengadakan seleksi atlet renang yang akan membela Kota Tangsel di Porprov Banten VI. Tapi tidak ada seleksi dan dengan arogannya Ketua Pengcab PRSI Kota Tangsel menentukan sendiri atlet renang yang akan bertanding di Porprov Banten.

“Seharusnya pengurus PRSI dan KONI Kota Tangsel nyadar sudah tidak ada pembinaan dan tidak ada seleksi atlit untuk dikirim ke Porprov Banten, eh tahu tahu mengklaim anak kami sebagai atlit yang yang mutasi tanpa ijin. PRSI dan KONI Kota Tangsel kan tahu yang membuat putra putri kami berprestasi seperti ini bukan atas biaya dari PRSI dan KONI Kota Tangsel. Apakah selama ini mereka membina dan melatih putra-putri kami sehingga menjadi juara ?” Ujar Doni menyesalkan.

Sementara Wahid Ridho Ketua PRSI Kota Tangsel ketika dikonfirmasi via WhatsApp mengatakan, “Sesuai dengan keputusan Ketua KONI Banten tersebut di atas, keputusan dewan hakim bersifat final dan mengikat, dan event Porprov ini lexspecialis, dimana mengacu kepada aturan yang dikeluarkan oleh KONI Banten untuk Porprov VI Banten 2022. “

Sedangkan mengenai orang tua yang akan menempuh jalur hukum terhadap dampak psikis anaknya akibat dibuli dan status status WhatsApp teman- temannya dan pemberitaan media yang tidak akurat serta cenderung tendensius, Wahid mengatakan. “
Namun hak parents dari athlete2 yang bersangkutan untuk melakukan upaya hukum lebih lanjut, sesuai dengan aturan yang berlaku.”

Dihubungi via telepon selulernya, Rabu (30/11/2022) Ketua Umum PRSI Provinsi Banten, Agus Sutisna mengatakan kasus ini menjadi preseden buruk dan menodai Porprov Banten VI. Seharusnya Dewan Hakim juga memanggil Panitia Lokal Dan Technical Delegate Cabor Renangnya. Karena masalah mutasi atlet renang ini tidak dapat diselesaikan di tingkat panitia lokal baru diselenggarakan di tingkat dewan hakim.

Mengenai orang tua atlet m as u menempuh jalur hukum atas akibat psikologis yang dialami anaknya ke Pengcab PRSI Kota Tangsel, Agus mempersilahkan saja, itu hak orang tua yang merasa dirugikan.

“Sebenarnya kalau kita berpikiran positif, atlit yang bertanding di Cabor Renang Porprov VI Banten ini adalah asset Provinsi Banten yang memang sudah perprestasi di tingkat regional Banten. Dengan adanya dampak psikologis ini akan mengakibatkan trauma dan anak tidak mau lagi jadi atlit, yang rugi kita sendiri, Provinsi Banten,” tegas Agus Sutisna M.Pd. (Atma) 

Berita Terkait

8 Februari 2023

Kodam XII/Tpr Serahkan Barang Bukti 7,1 Kg Sabu ke BNN Kalbar

PONTIANAK | ICN, Rabu (8/2/23) - Barang bukti 7,1 kilogram sabu dan pelaku yang berhasil diamankan oleh Kodam XII/Tanjungpura atas upaya Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 645/Gardatama Yudha di wilayah perbatasan, diserahkan ke Badan Narkotika...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *