Dinkes Pemalang : Kasus Gagal Ginjal Menjadi Kewaspadaan Bersama

IMG-20221027-WA0096

PEMALANG, ICN – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pemalang dr. Yulies Nuraya menyampaikan kepada semua tim fasilitas kesehatan, Dokter, Perawat, Bidan dan pihak-pihak terkait mengenai kewaspadaan bersama tentang kasus Gagal Ginjal yang menjadi isu nasional bahkan internasional. 

Hal tersebut disampaikan kepada awak media di kantor tugasnya pada Rabu,26 Oktober 2022.

Yulies Nuraya menjelaskan bahwa bila ada temuan di lapangan, misalnya kasus anak panas, batuk, pilek, muntah-muntah, diare kemudian dengan gejala kencingnya kurang atau kakinya bengkak atau sering kencing dan gejala lainnya harus waspada, langsung cek Laborat, apakah ini merupakan gejala awal dari gangguan gagal ginjal.
Dengan demikian mereka tahu hasil dari identifikasi gejala-gejala tersebut mengarah indikasi penyakitnya.

“Kalau misalnya ada seperti itu maka harus segera menindaklanjuti, dengan demikian ini menjadi merupakan langkah awal yang tepat dari tindakan- tindakan yang selanjutnya.
Dan harus juga melaporkan hasil tersebut secara cepat kepada pihak-pihak terkait untuk mengantisipasi dari kekhawatiran tentang adanya penyebaran gagal ginjal pada anak-anak di Kabupaten Pemalang,”ungkapnya.

Lebih lanjut ia menuturkan, khusus untuk peredaran obat-obat yang dimaksud dan juga peredarannya, Kita dari Dinkes Pemalang sudah menyampaikan hal itu kepada pihak-pihak yang berkepentingan dengan penjualan obat-obatan.
Sebab hal itu juga didasari dari surat edaran Provinsi Jawa tengah, jangan sampai obat-obat tersebut masih dijual dan sampai ke masyarakat Kabupaten Pemalang.

“Secara khusus melihat kondisi kasus ini adalah fenomena dan menjadi isu nasional bahkan internasional.
Di Pemalang sampai saat ini belum ditemukan dan sampai saat ini belum ada laporan dan temuan mengenai hal tersebut.
Sebagai upaya bersama dalam kewaspadaan ini, pastikan selalu menerapkan pola hidup bersih dengan selalu cuci tangan, istirahat yang cukup dan awasi anak jangan melakukan aktivitas -aktivitas bermain yang berlebihan ataupun kecapean.
Intinya kalau ada tanda-tanda seperti itu, ya laporkan ke tenaga kesehatan terdekat di lingkungan masyarakat sekitar, agar mengetahui kondisi anaknya, sakitnya apa, kemudian gejala-gejala bisa diidentifikasi, pokoknya hal seperti itu harus diwaspadai bersama,”pungkas Yulies Nuraya.
(Iwan/Saepul)

Berita Terkait

7 Desember 2022

Ketua MPR RI Bamsoet Kutuk Keras Bom Bunuh Diri di Polsek Astana Anyar Bandung

JAKARTA, ICN - Ketua MPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo mengutuk keras tindakan bom bunuh diri yang terjadi di Polsek Astana Anyar, Bandung pada Rabu pagi (7/12/22). Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo dan...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *