NKRI Sehat Berikan “Bantuan Hidup Dasar” Karang Taruna Kota Semarang

IMG-20230702-WA0147

WWW.INDONESIACERDASNEWS.COM –
Gerakan NKRI Sehat memberikan “Bantuan Hidup Dasar” atau Basic Life Support di balai Desa RW 04 Pondok Beringin Semarang pada Kelompok Karang Taruna, Kelurahan Tambak Aji Ngaliyan, pada Minggu, 2 Juli 2023.

Hadir dalam acara tersebut selain Ketua RW beserta perangkatnya, juga Ketua NKRI Sehat Pusat dr. Kelik Suhardiyono, SpOT dan beberapa pengurus NKRI Sehat yang terdiri dari beberapa dokter dan paramedik . Bertindak sebagai narasumber dalam pelatihan adalah Subiyanto, AMK seorang praktisi medik senior yang bekerja di sebuah rumah sakit besar di Semarang .

Untuk melakukan Bantuan Hidup Dasar, menurut Subiyanto, perlu diperhatikan berbagai hal yang sangat vital seperti jantung, paru, otak, ginjal. Dalam pelatihan tersebut juga diperkenalkan istilah kompresi.

“Kompresi adalah tindakan yang harus segera dilakukan tanpa menunda apabila ada indikasi seperti hilang kesadaran, tidak ada respon, tidak bernapas serta tidak ditemukannya denyut pada arteri besar. Kompresi dada dilakukan di tengah tengah dada. Kompresi dada dilakukan sebanyak 30 kali lalu diikuti dengan napas buatan 2 kali,”kata Subiyanto. Selanjutnya Subiyanto mengatakan bahwa materi pelatihan yang diberikan kepada para peserta juga merupakan materi yang diberikan untuk kalangan dokter, para medik dan petugas lain di rumah sakit.

Dr Agung Sudarmanto, MM selaku Pengurus NKRI Sehat Jateng dalam sambutannya antara lain mengatakan bahwa kegiatan pelatihan Bantuan Hidup Dasar yang dilakukan oleh NKRI Sehat merupakan salah satu dari serangkaian kegiatan yang dilakukan oleh NKRI Sehat dalam upaya membantu program kesehatan yang dilaksanakan Pemerintah dan ikut memberikan kontribusi kepada masyarakat dalam bidang kesehatan.

“Selain memberikan Pelatihan Bantuan Hidup Dasar, NKRI Sehat juga mengadakan kegiatan seperti pengobatan gratis, mengadakan ceramah kesehatan, vaksinasi Covid-19, sunatan massal, diskusi kebijakan publik di bidang kesehatan serta kegiatan sosial yang lain. Ke depan NKRI Sehat juga akan membantu pemerintah dalam penanganan stunting,” kata Agung.

Selanjutnya dikatakan juga bahwa peserta pelatihan Bantuan Hidup Dasar yang diadakan oleh NKRI Sehat mendapatkan buku panduan Bantuan Hidup Dasar dan sertipikat Bantuan Hidup Dasar bagi yang telah dinilai mampu melakukan Bantuan Hidup Dasar.

Ketika ditemui awak media, dr, Kelik Suhardiyono, SpOT selaku Ketua NKRI Sehat Pusat saat ditanyakan urgensi dari pelatihan tersebut mengatakan bahwa di kalangan masyarakat masih banyak yang belum mengenal pentingnya Bantuan Hidup Dasar dan belum mampu melakukannya. Padahal tindakan Bantuan Hidup Dasar yang tidak memerlukan biaya besar serta skill yang rumit mampu menyelamatkan jiwa manusia.

“Berdasar European Resuscitation Council tahun 2010, henti jantung yang segera dilakukan Bantuan Hidup Dasar dan dilakukan dalam waktu 3-5 menit sejak korban tidak sadar diri memiliki angka keberhasilan hingga 49-75 persen. Sementara penundaan defibrilasi atau pijat jantung pada korban henti jantung akan menurunkan kemungkinan selamat 10-12 persen tiap menitnya,” kata dokter Suhardiyono.

Melihat antusiasme yang cukup besar dari peserta pelatihan, dr Suhardiyono akan melanjutkan program Bantuan Hidup Dasar ini di wilayah Jawa Tengah, khususnya untuk kaum muda. [ag/red]

About Author