Forum Demokrasi Rakyat (FDR) Buka Posko Pengaduan

IMG-20240401-WA0007

WWW.INDONESIACERDASNEWS.COM, – Setelah mengeluarkan Manifesto Politik Forum Demokrasi Rakyat (FDR) beberapa waktu lalu (6 /3/2024), Minggu 31 Maret 2024 FDR meresmikan kantor sekretariatnya di Jalan Jogya No. 4 Semarang.

Hadir dalam acara tersebut antara lain penasehat dan fungsionaris FDR serta beberapa anggota baik dari Kota Semarang maupun dari berbagai kota di Jawa Tengah seperti Magelang, Kendal dan Kudus. Selain meresmikan kantor sekretariat FDR juga sekaligus membuka Posko Pengaduan Kecurangan Pelaksanaan Pemilu 2024.

Dra Oerip Lestari D. Santoso, M.Si selaku penasehat FDR antara lain mengharapkan agar FDR secara sungguh – sungguh menangani pengaduan kecurangan pelaksanaan Pemilu, sarana prasarana harus disiapkan . FDR juga perlu membuat jejaring dengan berbagai pihak yang memiliki visi misi yang sama dengan FDR .

“FDR perlu membuat jejaring dengan kelompok lain dan jangan sampai dilupakan generasi Y, milenial dan generasi Z. Sosialisasi, diskusi tentang kehidupan demokrasi yang sehat perlu dilaksanakan secara aktif sehingga diharapkan terwujud masyarakat yang mengerti tentang bagaimana sikap masyarakat memperlakukan demokrasi, “ kata mbak Oeoel, panggilan akrabnya Dra Oerip Lestari D. Santoso, M.Si
“Pembukaan Posko Pengaduan Kecurangan Pemilu 2024 yang baru saja diresmikan merupakan agenda awal dari Program FDR sebagai kepedulian atas pelaksanaan Pemilu tahun 2024 yang cukup memprihatinkan, “ kata Anton Kusumo selaku Ketua Umum FDR.

“Kita seringkali melihat demokrasi itu seperti jamur yang dapat tumbuh sehat dengan sendirinya tanpa dilakukan tindakan apa- apa , membuat sebagian dari Kita terlena. Sehingga adanya pihak yang melihat keterlenaan itu dimanfaatkan untuk memanipulasi demokrasi guna memuluskan agenda politiknya,” lanjut Anton.

Menurut Anton, saat ini dan hari – hari ke depan diprediksi akan terjadi beberapa anomali demokrasi, tidak saja masalah pemilihan Presiden, pemilihan legislatif yang carut marut namun juga sebentar lagi akan ada perhelatan pemilihan gubernur, bupati dan walikota yang juga berpotensi munculnya pelanggaran – pelanggaran kehidupan demokrasi . “Untuk itu FDR perlu kerja keras untuk memantau pelaksanaan perhelatan tersebut dan melaporkannya ke pihak yang berkompeten,” kata Anton.

“Program edukasi kepada masyarakat tentang kehidupan demokrasi yang sehat merupakan agenda FDR yang sangat penting dan mendesak. Adanya budaya politik uang secara masif yang berupaya menggantikan suara rakyat di Pemilu kali ini menjadikan upaya untuk mengembalikan jalannya demokrasi pada relnya menjadi lebih berat, “ lanjut Anton.

“FDR berharap dengan semakin banyaknya citizen memahami makna demokrasi dan begitu urgennya kekuatan suara yang dimiliki akan membuat kehidupan demokrasi menjadi lebih sehat. Tentunya upaya ini tidaklah mudah, karena di sisi yang lain ada kekuatan yang anti atau musuh demokrasi yang tidak dapat dilihat dengan sebelah mata. Musuh demokrasi yang saya maksud adalah mereka atau pihak yang takut bahwa pengakuan terhadap aturan – aturan demokrasi kalau berjalan akan menghambat pencapaian kepentingan politik dan sosial mereka. Mereka yang anti demokrasi juga khawatir bahwa sistem demokrasi akan menuntut pertanggungjawaban mereka dan menimbulkan berbagai kerugian terhadap kepentingan mereka,” kata Anton sebelum menutup sambutannya.

Ketika ditanya awak media tentang bagaimana gambaran demokrasi yang sempurna, Anton memberikan jawaban pendek : “Demokrasi yang sempurna adalah sistem kekuasaan yang memiliki komitmen untuk memperjuangkan hak azasi manusia dan penegakan hukum yang independen. Oleh karena itu demokrasi merupakan perlindungan paling efektif terhadap penindasan negara atau kekuasaan rakyat yang tidak terkendali. Memiliki rasa aman dari berbagai ancaman seperti penindasan, hilangnya kebebasan, pelanggaran terhadap kebutuhan kondisi fisik seseorang serta hal untuk mengungkapkan dan mempertahankan kepentingan hidup individu bersama – sama dengan orang lain merupakan kebutuhan manusia yang paling mendasar. Perlindungan terhadap semua ancaman itu merupakan tujuan demokrasi sebagai negara hukum.”

[Ags]

Berita Terkait

6 April 2024

Tersinggung Tak Diberi Utang, Pemuda di Kembangan Nekat Bakar Warung

WWW.INDONESIACERDASNEWS.COM | JAKARTA BARAT - Tersinggung tak diberi utang rokok, seorang Pemuda berinisial IM di Kembangan Jakarta Barat nekat melakukan aksi tidak terpuji dengan sengaja menimbulkan bahaya kebakaran di sebuah warung rokok di Jalan...