DPRD Kabupaten Tangerang Gelar Hearing Bersama Instansi Terkait Perihal Bantaran Sungai Cisadane

IMG_20230614_145511

KABUPATEN TANGERANG, ICN.com – Ketua DPRD Kabupaten Tangerang mengadakan rapat dengar pendapat (hearing) bersama stakeholder terkait adanya usulan dari Forum Masyarakat Cinta Sungai Cisadane (FMCSC). Bertempat di ruang rapat gabungan DPRD Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, pada Selasa (13/6/2023).

Hearing tersebut sebagai tindak lanjut dalam membahas terkait penanganan bantaran kali sungai Cisadane agar dapat dikembalikan sesuai fungsinya.

Ketua DPRD Kabupaten Tangerang, H Kholid Ismail yang juga menjadi pimpinan rapat mengatakan bahwa pertemuannya bersama para Dinas terkait yang dihadiri forum masyarakat (FMCSC) tersebut untuk mencari solusi terkait penanganan bantaran sungai Cisadane.

“Dalam pertemuan ini sebagai tindak lanjut adanya surat yang dimohonkan oleh Forum Masyarakat Cinta Sungai Cisadane (FMCSC). Ada beberapa hal yang diungkapkan, selain mengembalikan fungsi dari daerah aliran sungai Cisadane (DAS), sebagai tanggul penahan banjir FMCSC juga menginginkan banyaknya bangunan liar yang berdiri untuk segera ditertibkan dan pasca penertiban forum juga mengusulkan untuk dibuatkan RTHP (Ruang Terbuka Hijau Publik),”kata H Kholid seusai kegiatan.

Namun, kata H Kholid, Jika penertiban dilakukan nantinya kemudian ada jeda waktu yang memberikan ruang lagi tentunya bakal dimanfaatkan lagi bagi para pelaku yang tidak bertanggung jawab.

“Makanya ini harus ada program terkait ekonomi kerakyatan dan program terkait pemberdayaan masyarakat bagaimana terkait program penjagaan lingkungan. Jadi ini harus direncanakan dari sekarang, soalnya jika lahan sudah kosong jangan sampai dibiarkan terlalu lama, sebab jika terlalu lama akan tumbuh lagi,”jelasnya.

Selain itu, Ketua FMCSC H Jusin mengatakan untuk kedepannya, ia ingin bantaran sungai Cisadane menjadi ikon dimana sungai yang layaknya sungai yang hijau dan bersih. Seperti sekarang, di daerah lain banyak bantaran kali dijadikan ruang terbuka hijau untuk publik, yang bisa digunakan untuk taman bermain, liburan anak-anak pun mendapatkan udara yang sehat dan segar.

“Kami akan terus mendorong kepada masyarakat dan pemerintah untuk bersama-sama menjadikan bantaran sungai Cisadane ini kembali seperti fungsinya, (ruang terbuka hijau),”ucap Jusin kepada wartawan.

Dikatakan Jusin, dirinya adalah salah satu orang yang lahir di sekitaran bentangan sungai Cisadane tepatnya di Desa Kali Baru, yang mana dulu sungai Cisadane airnya itu bisa juga untuk diminum, apalagi mencuci serta dapat mengairi persawahan dan lainnya.

Tapi kondisi sekarang ini, menurutnya sangat miris sekali, adanya air kiriman dari selatan dikarenakan juga banyaknya bangunan liar seperti pabrik-pabrik yang berdiri di bantaran kali.

“Sekarang sudah tidak ada alasan lagi mereka (para pengusaha_red) untuk tidak bisa membeli gudang di satu kawasan industri yang sudah ada tersebut. Dan tanggung jawab kita selaku masyarakat setempat untuk mengawal, menjaga dan merawat. InsyaAllah Tangerang Utara menjadi suatu daerah yang sehat, bersih dan bermartabat,” pungkasnya.

Seusai hearing, Camat Pakuhaji Asmawi pun mengatakan bahwa pihak kecamatan sudah melakukan sosialisasi secara parsial kepada para pelaku usaha yang berdiri di bantaran sungai cisadane bahwa suatu saat, bantaran ini akan dikembalikan kepada fungsinya.

“Ya, kita sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat khususnya kepada para pelaku usaha yang berada di bantaran sungai cisadane, dan mereka pun sudah memahami itu. Secara parsial sosialisasi masyarakat sudah paham dan sudah mengerti bahwa suatu saat memang bantaran kali ini akan dikembalikan kepada fungsinya sesuai dengan kebijakan pemerintah daerah,”jelasnya.

[Tom/Red]

About Author