Genap Berusia 103 Tahun Perkumpulan Sobokartti Gelar Wayang Kulit

IMG-20230317-WA0147

WWW.INDONESIACERDASNEWS.COM

“Di usia yang ke 103 tepatnya tanggal 5 Maret 2023 Perkumpulan Seni Budaya Sobokartti tetap konsisten nguri – uri budaya Jawa, termasuk di dalamnya kegiatan pelatihan tari klasik Jawa, Kawawitan, pagelaran wayang kulit , kursus pedalangan, kursus pranatacara, kursus batik dan lain – lain, “ demikian RT Sutrisno Budoyo Dipuro selaku Ketua Umum Perkumpulan Seni Budaya Sobokartti dalam sambutannya.
Soetrisno Sobokartti, demikian sapaan akrabnya juga mengharap partisipasi masyarakat baik moril maupun materiil untuk bersama-sama memajukan kegiatan yang ada di Gedung Cagar Budaya Sobokartti Semarang.

Wali Kota Semarang yang diwakili Arief Tri Laksono, SH, MM. Kepala Bidang Kebudayaan Disbudpar Kota Semarang mengharapkan bahwa di usia yang ke 103 ini Perkumpulan Seni Budaya Sobokartti perlu menata diri setahap demi setahap memperbaiki performansnya, meningkatkan profesionalitasnya sehingga karya yang dihasilkannya mampu menjadi tontonan dan tuntunan bagi generasi sesudahnya dan ia juga berharap semoga Perkumpulan Seni Budaya Sobokartti dapat tetap eksis merumat budaya Jawa.

Sebelum pagelaran wayang kulit dalam rangka HUT ke 103 Perkumpulan Seni Budaya Sobokartti dan Caos Bekti Para Leluhur Wulan Ruwah digelar Karawitan Sindoro Raras dari Yayasan Jantung Indonesia Cabang Provinsi Jawa Tengah pimpinan Hj Sri Lestari Soediro, SE, SH, MH dengan membawakan beberapa gending seperti Serayu, P4 karya Ki Nartosabdo, lir – ilir ciptaan oleh Sunan Kalijogo, Gangsaran Jantung sehat dan gendhing pembuka yang diciptakan RT. Suradji Prodjo Dipuro, pelatih Karawitan Sindoro Raras dan juga pengatur laku pagelaran wayang kulit.
Tari Gambyong Parianom dari Sanggar Tari Sobokartti pimpinan Darmadi digelar setelah Karawitan Sindoro Raras dan dilanjutkan dengan pagelaran wayang kulit dengan mengambil lakon Pandhu Swargo.

Terdapat juga pembacaan sinopsis dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris yang menjadi ciri khas pagelaran sebelum wayang kulit “Sobokartti” dimulai. Para dalang yang memainkan wayang berlakon Pandhu Swargo itu adalah para dalang muda yakni Ki Rendy Octavianto, Ki Nova Adhi Hermawan dan Ki Mohammad Asy’aril. Sedangkan RT Suradji Projo Dipuro atau yang dkenal dengan Ki Suradji sebagai pengatur lakunya (sutradara)
Cerita Pandhu Swargo ini menceritakan bakti anak terhadap orangtua. Diceritakan bagaimana upaya para Pandhawa tetap berupaya keras hingga melawan “kebijakan dewata” agar hukuman yang dijatuhkan kepada Prabu Pandhu (ayahnya Pandawa) dianulir dan Prabu Pandhu dapat dimasukkan ke dalam sorga.

Ketika ditemui awak media, Hj. Rr. Titien Redjeki Soebeno selaku Ketua Panitia Pagelaran mengatakan sangat bangga dengan besarnya antusias masyarakat yang datang pada pagelaran.

“Saya tidak menyangka penonton yang datang malam ini luar biasa, tribun bawah dan atas penuh dan bertahan hingga usainya pagelaran. Hal ini sangat membesarkan hati panitia pelaksana, kami akan segera evaluasi agar perbaikan pagelaran – pagelaran mendatang semakin baik,” kata bu Titien , panggilan akrabnya Hj. Rr. Titien Redjeki Soebeno, yang juga Ketua Lembaga Kebudayaan Nasional (LKN) Jawa Tengah.

[ Agung.S ]

Berita Terkait

6 April 2024

Tersinggung Tak Diberi Utang, Pemuda di Kembangan Nekat Bakar Warung

WWW.INDONESIACERDASNEWS.COM | JAKARTA BARAT - Tersinggung tak diberi utang rokok, seorang Pemuda berinisial IM di Kembangan Jakarta Barat nekat melakukan aksi tidak terpuji dengan sengaja menimbulkan bahaya kebakaran di sebuah warung rokok di Jalan...