Ketua MPR RI Bamsoet Bersama Komunitas Motor Besar Indonesia (MBI), Bagikan Bingkisan Lebaran Kepada Anak Yatim

IMG_20230416_223019

JAKARTA, ICN – Ketua MPR RI sekaligus Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) dan Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo mengapresiasi kegiatan buka bersama sekaligus santunan anak yatim yang dilakukan Motor Besar Indonesia (MBI). Bamsoet mengajak komunitas otomotif untuk terus memperbanyak kegiatan sosial kemanusiaan guna membantu masyarakat yang kurang mampu.

“Komunitas otomotif harus mampu membangun jiwa solidaritas dengan melakukan berbagai kegiatan sosial kemanusiaan. Selain mensosialisasikan semangat kebersamaan dan inklusivitas komunitas otomotif, serta menjalin sinergi kemitraan dan partisipasi aktif dalam mendukung berbagai program pemerintah,” ujar Bamsoet saat menghadiri Buka Puasa Bersama Komunitas MBI di Jakarta, Minggu (16/4/23).

Pengurus IMI Pusat hadir antara lain Wakil Ketua Umum Junaidi Elvis, Komisi Sosial Kombes Pol Putu Putera, Hubungan Antar Lembaga Andrys Ronaldi, serta Komunikasi dan Media Dwi Nugroho. Hadir pula Ketua Dewan Penasehat MBI Basrizal Koto dan Ketua Umum MBI Rio Castello.

Ketua DPR RI ke-20 dan mantan Ketua Komisi III DPR RI bidang Hukum, HAM, dan Keamanan ini menjelaskan, selama ini MBI tidak hanya aktif dalam kegiatan otomotif saja. Tetapi juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial kemanusiaan. Saat pandemi Covid-19, MBI aktif bekerjasama dengan berbagai pihak membantu pemerintah menyelenggarakan vaksinasi Covid-19 untuk masyarakat. Bersama MPR RI, MBI juga aktif melakukan vaksinasi ideologi berupa Sosialisasi Empat Pilar MPR RI.

“Kedepan MBI tidak boleh hanya menjadi kekuatan sosial berbasis komunitas hobi, melainkan juga menjadi kekuatan sosial yang merekatkan persatuan bangsa. Selain, menjadi kekuatan ekonomi yang melahirkan lebih banyak pengusaha muda dan menggerakan sektor UMKM,” kata Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar dan Ketua Dewan Pembina MBI ini menambahkan, MBI harus terus tumbuh sebagai komunitas otomotif yang semakin solid dan berkomitmen menjaga inklusifitas dengan semangat persaudaraan tanpa batas. Sekaligus menjunjung tinggi semangat persaudaraan, dan menempatkan social brotherhood sebagai nafas organisasi.

“Dengan membangun paradigma kebangsaan, dimana keberagaman dipandang sebagai kekayaan yang saling menguatkan, dan bukan perbedaan yang memisahkan. Maka segala bentuk dan wujud perbedaan tidak akan menjadi penghalang bagi bangsa kita untuk hidup bersama, di bawah naungan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” pungkas Bamsoet. (Red)