Ketum PPSI hadiri acara Dina Raraga Milangkala PPSI 28 dan Milad Paksi Muda Saputra 18 di Cianjur

IMG-20220723-WA0148

Cianjur | ICN,– Persatuan Pencak Silat Indonesia atau disingkat PPSI didirikan pada tanggal 17 Agustus 1957 di Bandung, Jawa Barat, dengan diketuai oleh Kolonel R.A. Kosasih, Panglima Tentara dan Teritorium III Siliwangi, dibantu Kolonel Hidajat dan Kolonel Haroen dengan Raden Ema Bratakoesoemah selaku seorang tokoh Sunda dan Pejuang Pergerakan Nasional di Jawa Barat.

Sebagai Penasihatnya,kala itu PPSI didirikan untuk menggalang kekuatan jajaran Pencak Silat dalam menghadapi DI/TII yang berkembang di wilayah Lampung, Jawa Barat (termasuk Jakarta), Jawa Tengah bagian Barat termasuk D.I. Yogyakarta.

Setidaknya dalam kondisi tersebut timbulah dualisme dalam pembinaan dan pengendalian Pencak Silat di Indonesia, yaitu Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) dengan konsentrasi lebih banyak dalam hal pembinaan pada aspek Olahraga, sedangkan Persatuan Pencak Silat Indonesia (PPSI) lebih banyak membina pada aspek seni pertunjukan (ibing Pencak Silat) dan Pencak Silat bela diri untuk melawan DI/TII.

Ketua Umum PPSI, Sumitra menghadiri acara yang diadakan di Kp Pasir Pilar, Desa Sukamulya, Kecamatan Cilaku, Kab. Cianjur oleh PPSI Paksi Muda Saputra dengan tema “Dina Raraga Milangkala PPSI 28, dan Milad Paksi Muda Saputra Ke 18”, pada Sabtu (23/7/2022).
Acara tersebut merupakan acara ucapan syukur dan acara ulang tahun Perguruan tersebut.

Sumitra dalam sambutannya mengatakan, “Saya megucapkan banyak terima kasih dan selamat kepada Paksi Muda Saputra atas ulang tahun yang ke 18, dan Milangkala PPSI ke 28 ini, selamat juga atas prestasi dan penghargaan yang diraih dari Daerah, Provinsi maupun tingkat Nasional, ini bukan hasil kerja sendiri melainkan dukungan dari orang-orang hebat seperti Pak Kades Sukamulya, dan Bimbingan BPD sehingga PPSI meraih banyak kejuaran.”

“PPSI sudah mendunia, saya sangat-sangat bersyukur ini bukan karena kemampuan saya, tapi dorongan dari rekan-rekan lain yang tergabung di PPSI,”ucapnya dalam sambutan tersebut, pada(23/7/22).

Dalam sesi wawancara yang digelar di acara tersebut,pihak media berkesempatan untuk banyak mengambil informasi dari Ketua Umum PPSI.

Saat diwawancara ICN, Sumitra mengatakan, “Alhamdulilah pada hari ini saya dapat hadir di Milangkala paguron Paksi Muda Saputra ini, merupakan pencak silat yang dibina oleh Wawan, ini merupakan suatu prestasi yang harus dikembangan dan dibina.”

“Harapan saya dari pemerintah daerah adalah adanya anggaran dana khusus yang jelas untuk pembinaan paguron-paguron kesenian sunda ini,”urainya.

“Juga saya berharap, kaum-kaum milenial dapat terus kokoh, terus tingkatkan, terus perkokoh budaya kita supaya tidak tergeser oleh budaya lain, dari keseluruhan paguron-paguron yang tergabung di PPSI rata-rata juga banyak kaum milenial, seperti yang kita lihat saat ini, saya sangat bangga kepada kaum milenial yang masih melestarikan budaya tradisional pencak silat ini apalagi yang dibina oleh paguron-paguron.”

Alhamdulilah saat ini Kaum milenial juga sangat antusias terhadap kesenian ini apalagi jika didorong oleh kita, pemerintah, serta BPD, bukan hanya diajak untuk melestarikan tapi juga ayo dukung pendanaannya untuk keperluan paguron-paguron tersebut.

Kita sudah buktikan kepada masyarakat dan pemerintah bahwa kita bisa dan mampu menjadi juara tingkat daerah maupun tingkat nasional. Nah sekarang tinggal feedback dari masyarakat dan pemerintah untuk terus mendorong kesenian ini, bukan hanya dibina tapi juga berikan biayanya,”ucapnya dengan tegas.

Dari hasil wawancara dengan ketua umum PPSI, diketahui bukan hanya program kesenian saja melainkan juga memiliki program untuk membina Wirausaha atau UMKM kepada paguron yang dibina PPSI. “Percuma kalo setiap hari kita latihan, tapi orang di rumah kelaparan, saat ini sudah kita lakukan di beberapa wilayah, salah satunya saat ini kita memproduksi dompet,”ungkapnya.

Saat awak media memberikan pertanyaan, seputar fasilitas atau adanya pendanaan untuk pembinaan yang dikelola oleh PPSI khususnya di Cianjur, Ketua Umum dan anggota lainnya terlihat senyum dan bingung dan mengatakan “ada namun masih belum mencukupi, dan alakadarnya”, namun terlihat dari salah satu anggota PPSI menggelengkan tangan ke arah kamera menandakan belum adanya pendanaan dari pemerintah.

[Murday]

Berita Terkait

5 Oktober 2022

Di Kantor Kejari, Dandim 0509 dan Forkopimda Kabupaten Bekasi Musnahkan Barang Bukti Kejahatan

Bekasi , ICN - Letkol Inf Muhammad Horison Ramadhan Dandim 0509 menghadiri Gelar Acara Pemusnahan Barang Bukti tindak pidana umum yang sudah memiliki kekuatan Hukum tetap (In Kracht Van Gewijsde) di depan Kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi,...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *