Talk Show Depresi dan Bunuh Diri di Semarang

IMG_20231214_213730

WWW.INDONESIACERDASNEWS.COM | SEMARANG – Meningkatnya kasus depresi di kalangan masyarakat, termasuk kaum mudanya dan meningkatnya kasus bunuh diri akhir – akhir ini menginspirasi kelompok masyarakat yang tergabung dalam PIJAR, NKRI SEHAT dan KBM Jawa Tengah untuk menggelar Talk Show bertajuk Stress Out, Speak Up ! . Acara yang digelar pada 14 Desember 2023 di Jalan Pandanaran 100 Semarang tersebut dihadiri oleh Kelompok Masyarakat Peduli Kesehatan dan beberapa kader kesehatan lain dengan mengundang nara sumber Dr. dr. Alifiati Fitrikasari, SpKJ (K).

Ketika memberikan sepatah kata pengantar Talk Show, Agung Sudarmanto selaku “perwakilan dari tuan rumah” mengatakan bahwa terdapat banyak faktor bagi seseorang yang menjalani tindak bunuh diri, antara lain keadaan sosial ekonomi, penyakit yang tak kunjung sembuh, konsumsi alkohol dan obat – obatan, depresi yang tak tertangani, dan lain-lain. “Apakah stres yang mendorong tindak bunuh diri itu termasuk penyakit menular, atau keturunan ? Mari kita kupas tuntas dalam acara Talk Show Kita pagi ini ?” kata Agung menutup pengantarnya.

“Gangguan Jiwa atau mental disorder itu semuanya diawali stres. Sedangkan kemunculan stres dipicu oleh adanya konflik, kehilangan dan ancaman. Dan yang sering terjadi, konflik itu dengan orang yang terdekat. Gangguan jiwa itu spektrumnya ada yang ringan , sedang, berat, dan sangat berat. Untuk bunuh diri termasuk kategori yang sangat berat. Apabila yang ringan dan sedang itu dibiarkan atau tidak ditangani dengan baik akan menjadi bertambah kategorinya menjadi berat, “ kata Dr. dr. Alifiati Fitrikasari, SpKJ (K) yang lebih akrab dipanggil dokter Fitri.

Terdapat dua hal harus dipahami yakni tentang Stres dan Stresor. Stresor adalah penyebab stres. “Namun tidak selalu seseorang yang mendapatkan stresor akan mengalami stres. Seseorang akan menjadi stress apabila dia gagal beradaptasi. Munculnya stress tidak selalu bersumber dari hal – hal yang negatif. Peristiwa yang bagi kebanyakan orang adalah positif-pun, seperti pernikahan, kenaikan jabatan, yang bagi orang lain menyenangkan, bagi seseorang yang lain dapat menimbulkan stres, ” kata dr Fitri.

Dalam acara yang dimoderatori Muhammad Zen itu, dokter Fitri memberikan daftar kuesioner untuk mendeteksi kesehatan mental seseorang, yakni dengan mengisi Self Reporting Questioner (SRQ)-29.
Acara Stress out, speak up ! yang sebenarnya ditujukan untuk generasi Z ternyata juga diminati dan dihadiri oleh generasi Y (Millenial) dan Baby Boomer, dan pertanyaan peserta Talk Show- pun sangat bervariasi mulai dari kasus – kasus psikologis ringan sedang yang dialami peserta dan keluarganya hingga pertanyaan yang mengarah pada sisi psikoanalisisnya Sigmund Frued. [Red]

Berita Terkait