HUT ke 104 Sobokartti Gelar Wayang Kulit Dua Lakon

IMG-20240307-WA0076

WWW.INDONESIACERDASNEWS.COM | SEMARANG – Dalam rangka acara Ruwahan sebagai tradisi penyucian diri sebelum memasuki bulan Puasa dan sekaligus memperingati HUT Perkumpulan Seni Budaya Sobokartti yang ke 104 beberapa acara di gelar di Gedung Cagar Budaya Sobokartti Semarang 6 Maret 2024. Acara dihadiri para seniman budayawan dan para masyarakat pemerhati kebudayaan kesenian Semarang dan sekitarnya.

RT Soetrisno Budoyo Dipuro selaku Ketua Perkumpulan Seni Budaya Sobokartti dalam sambutannya mengatakan bahwa yang berulang tahun ke 104 adalah Perkumpulan Seni Budaya Sobokartti lahir tanggal 5 Maret 1920 , sedangkan Gedung Sobokartti yang pembangunannya dipercayakan kepada Aannemer Bang A Ho dan diawasi Ir Herman Thomas Karsten yang pembangunannya dilaksanakan pada tahun 1929.

“Pada mulanya Perkumpulan Kesenian Sobokartti belum memiliki gedung sendiri, sehingga pelatihan yang diselenggarakan oleh Perkumpulan Kesenian Sobokartti diadakan di paseban Kabupaten Semarang atau di gedung Stadstuin. Perkumpulan Sobokartti akhirnya mampu membangun sebuah gedung yang pembangunannya dipercayakan kepada Aanemer Bang A Ho dan diawasi oleh Ir Herman Thomas Karsten. Gedung Sobokartti, yang dulu terkenal dengan nama Javaanse Volkschouwburg atau Gedung Pertunjukan Rakyat Jawa itu dibangun di Karrenweg (sekarang jalan dokter Cipto 31-33 Semarang, “ kata Mbah Trisno Sobokartti, panggilan akrab RT Soetrisno Budoyo Dipuro.

Puncak acara ruwahan (Caos Bekti Luhur) dan HUT ke 104 Perkumpulan Kesenian Sobokartti disemarakkan pagelaran wayang kulit yang terselenggara atas kerjasama antara Perkumpulan Sobokartti dengan Pujitama. Terdapat dua lakon yang dimainkan yakni Lakon Pandu Suwargo dengan dalang Ki Muhamad Asyaril, Ki Andro Waka dan Ki Vebri Gondo Sworo dan lakon Brotoseno Ngudi ilmu yang dimainkan oleh dalang bocah Biqis Kanakawati/ Ni Saraswati.

Ketika ditemui awak media, RT Suradji Projo Dipuro yang saat pagelaran wayang bertindak sebagai pengatur laku mengatakan bahwa tujuan ditampilkannya dalang bocah wantia itu dimaksudkan sebagai upaya Perkumpulan Sobokartti mencoba melakukan regenerasi sehingga Kesenian Jawa yang menjadi perhatian Perkumpulan Sobokartti, terlebih dalang wanita saat ini masih terbilang sangat langka. “Mudah – mudahan upaya yang sudah dimulai Perkumpulan Kesenian Sobokartti dapat merangsang minat berbagai pihak untuk lebih semangat mengembangkan kesenian, khususnya pedhalangan untuk pemula, “ kata Suradji.

[Agung.S]