Pangdam V/Brawijaya Lantik Anak Kuli Bangunan Menjadi Prajurit TNI AD

IMG_20230414_173312

MAGETAN, ICN – Pendidikan pertama Tamtama TNI AD Gelombang II Tahun 2023 secara resmi di nyatakan di tutup di Secata Rindam V/Brawijaya dengan sejumlah siswa, maka tuntaslah mereka menjalani Pendidikan yang dilaksanakan selama 5 bulan dan dinyatakan lulus untuk kemudian dilantik menjadi prajurit TNI AD dengan pangkat Prajurit Dua (Prada).

Prosesi penutupan pendidikan ditandai dengan pernyataan ditutupnya pendidikan oleh Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Farid Makruf, M.A., selaku Inspektur Upacara. Dilanjutkan dengan penanggalan tanda siswa sekaligus penyematan tanda pangkat Prajurit Dua, penyerahan ijazah serta pengangkatan sumpah sebagai Prajurit TNI AD sesuai agama masing-masing. Lulusan Dikmata ini selanjutnya akan mengikuti pendidikan tahap II sesuai kecabangannya masing-masing.

Pada kesempatan kali ini Pangdam V/Brawijaya langsung memimpin Upacara Penyumpahan dan Penutupan Pendidikan Pertama Tamtama (Dikmata) TNI AD Gelombang II TA 2023 di Lapangan Candradimuka, Secata Rindam V/Brawijaya, Jumat (14/04).

Pangdam V/Brawijaya mengucapkan selamat kepada seluruh mantan peserta ataupun siswa dikmata, yang telah berhasil melaksanakan dan menyelesaikan pendidikan ini dengan baik.

“Perlu dipahami bahwa, sebagai prajurit kalian berperan penting dalam mendukung tugas satuan, miliki rasa bangga menjadi bagian dari prajurit TNI AD, dengan merubah sikap, pola pikir, dan pola tindak sebagai prajurit yang bisa dibanggakan, baik di lingkungan keluarga, di lingkungan masyarakat, dan bagi TNI AD dan maupun bagi NKRI,” jelasnya.

Dirinya juga berharap kepada siswa agar ilmu dan keterampilan yang telah dapatkan selama mengikuti Pendidikan di Secata Rindam V Brawijaya dapat dijadikan sebagai bekal selanjutnya dalam menempuh Pendidikan kejuruan sesuai dengan kecabangan masing-masing.

“Pendidikan kecabangan pada dasarnya bertujuan untuk membekali kalian, agar siap bertugas sebagai prajurit yang terlatih dan professional di jajaran TNI Angkatan darat yang tersebar di seluruh wilayah tanah air,” tutupnya.

Bagus Alief salah satu siswa yang di lantik adalah seorang anak yang bapaknya adalah pekerjaanya sehari hari berprofesi seorang kuli bangunan. Ditemui secara terpisah alief menyatakan sangat bangga karena sudah 4 kali mendaftar akhirnya berhasil menjadi seorang prajurit TNI AD berpangkat Prajurit Dua.

“Saya dengan susah payah harus bolak balik mendaftar tapi saya tidak pernah menyerah walaupun bapak saya seorang kuli bangunan tetap tidak mengendorkan niat saya untuk terus mendaftar dan sekarang membuahkan hasil menjadi seorang anggota TNI,” ujar Alief. [ Rls/Red ]

About Author