Kuliah Umum di Universitas Perwira Purbalingga, Bamsoet Apresiasi Para Pengusaha Korea Dukung Pengembangan SDM Mahasiswa UNPERBA

IMG_20230523_144647

PURBALINGGA, ICN.com – Ketua MPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Golkar dan Ketua Dewan Pembina Yayasan Perguruan Karya Bhakti Universitas Perwira Purbalingga (UNPERBA) Bambang Soesatyo berharap generasi muda, khususnya mahasiswa Universitas Perwira Purbalingga (UNPERBA), bisa mengambil manfaat dari nota kesepahaman antara UNPERBA dengan Yayasan Ali Network Indonesia. Karena Yayasan Ali Network Indonesia yang terdiri dari para pengusaha warga Korea yang ada di Indonesia itu akan memberikan kesempatan bagi para mahasiswa untuk mengembangkan diri di perusahaan-perusahaan Korea, baik yang di Indonesia maupun di Korea.

“Yayasan Ali Network Indonesia akan memberikan pelatihan bahasa Korea, memberikan beasiswa bagi mahasiswa UNPERBA, pertukaran mahasiswa ke Korea, hingga kesempatan bagi mahasiswa untuk melakukan praktikum atau magang di berbagai perusahaan Korea di Indonesia. Ini merupakan kesempatan langka yang harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya,” kata Bamsoet usai Kuliah Umum Ketua Yayasan Ali Network Indonesia Ali Sun Geun di Kampus UNPERBA, Senin (22/5/23).

Hadir antara lain Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi, Rektor UNPERBA Eming Sudiana, Ketua Yayasan Perguruan Karya Bhakti Purbalingga Wisnudi Bargowo, Ketua Umum Yayasan Harfin Gosari Gresik Deddy Harnoko Sucahyo, Wakil Ketua DPRD Purbalingga Tenny Juliawaty, serta Kapolres Purbalingga AKBP Hendra Irawan.

Dalam kuliah umumnya, Ketua Yayasan Ali Network Indonesia Ali Sun Geu memuji kepemimpinan Presiden Joko Widodo yang mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,5% saat terjadi pandemi Covid-19. Angka tersebut sangat tinggi dibanding negara-negara lain di dunia yang mengalami keterpurukan akibat Covid-19. Selain itu banyak juga negara yang pertumbuhan ekonominya menjadi minus.

“Kemampuan Indonesia menahan kemunduran ekonomi selama Covid, membuat negara-negara lain ingin menjalin kerjasama dengan Indonesia, termasuk Korea. Saat ini, jumlah pengusaha Korea yang berniat menanamkan investasinya di Indonesia terus bertambah. Di Purbalingga perusahaan Korea sudah ada sebanyak 17 perusahaan. Perdana Menteri Korea juga tengah bertemu dengan Presiden RI Jokowi di Jepang, salah satu agendanya adalah penanaman investasi asal Korea ke Indonesia,” kata Ali.

Ali memaparkan, Korea saat ini menempati urutan ketiga negara di dunia yang menanamkan investasinya di Indonesia pasca Covid-19, setelah Tiongkok dan Singapura. Padahal, sebelum Covid-19 Korea hanya menempati urutan ke-7 dari negara yang menanamkan investasinya di Indonesia.

“Para mahasiswa jangan pernah cepat puas dalam menuntut ilmu. Tidak cukup hanya mendapatkan gelar sarjana saja. Akan dibutuhkan banyak tenaga kerja berpendidikan, terutama yang bisa menyesuaikan diri dengan kebiasaan dan bahasa Korea. Kesempatan mahasiswa UNPERBA mendapat peluang kerja juga semakin besar, jika segera menguasai bahasa Korea,” urainya.

Ali mengapresiasi sikap gotong royong yang dimiliki bangsa Indonesia. Sikap gotong royong yang tetap hidup dimasyarakat akan memudahkan bangsa Indonesia mencapai kemajuannya. Apalagi bangsa Indonesia memiliki sumber daya alam dan SDM yang sangat besar. Bahkan pengaruh bangsa Indonesia di kawasan Asean juga cukup signifikan. Terbukti, perekonomian Indonesia menguasai 37 persen di kawasan Asean yang dihuni 11 negara.

“Dengan bergotong royong, masyarakat Indonesia bisa lebih mudah memenuhi anjuran Al Qur’an yang memerintahkan, jauhkanlah diri dan keluargamu dari api neraka. Karena itu sikap gotong royong tersebut perlu ditumbuh suburkan oleh seluruh masyarakat Indonesia,” urainya.

Ali memercayai tingkat keamanan investasi di Indonesia sangat terjamin. Terbukti dari berbagai keberagaman yang selama ini sudah ada di Indonesia, tidak menimbulkan konflik di masyarakat. Para investor asing pun, termasuk dari Korea, tidak ragu untuk datang menanamkan investasi di Indonesia.

“Bangsa Indonesia memegang semboyan Bhinneka Tunggal Ika dengan kuat. Sehingga beragam agama, suku bangsa dan bahasa, semua bisa hidup dengan rukun. Tidak ada pertikaian yang berarti. Mari kita bersama membangun Indonesia untuk maju bersama,” pungkas Ali. (Red)

About Author