Keluarga Besar Marhaenis Peringati Harlah Pancasila 1 Juni 2023

IMG-20230604-WA0095

SEMARANG | ICN.com, 4 Juni 2023-
Bertepatan dengan peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2023 Keluarga Besar Marhaenis (KBM) Kota Semarang selain mengadakan acara peringatan Harlah Pancasila juga dibarengi dengan acara pembekalan ideologi Marhaenisme kepada para calon Pengurus DPK Kota Semarang periode 2023- 2028.
Hadir dalam acara yang digelar di Rumah Kebangsaan Jl, Kyai Saleh 13 Semarang itu antara lain beberapa pengurus KBM Provinsi Jawa Tengah, Pengurus Lembaga Kebudayaan Nasional (LKN) , pengurus Gerakan Pembumian Pancasila (GPP) Jateng, Sedulur Banteng Semarang (SBS) dan beberapa komponen Relawan Ganjar Pranowo serta tamu-tamu undangan.

Dalam sambutannya, H. Soetjipto, SH, MH selaku Ketua DPP KBM Provinsi Jawa Tengah antara lain menguraikan secara singkat historiografi perjalanan Marhaenisme hingga kelahiran Pancasila dan juga menguraikan relevansi Marhaenisme ajaran Bung Karno hingga saat ini. “Marhaenisne adalah keseluruhan ajaran Bung Karno, baik sebagai ideolog, politikus maupun negarawan, yang tertulis maupun lisan yang harus diterapkan sesuai dengan perkembangan zaman masa kini dan masa mendatang,” ucap Soetjipto.

Dr. Agung Sudarmanto, MM salah satu pemateri dalam acara tersebut mengupas tentang Marhaen, Marhaenis dan Marhaenisme serta mengupas bagaimana strategi gerak organisasi- organisasi yang bergerak dengan menggunakan azas perjuangan Marhaenisme.

“Jangan sampai sebuah organisasi yang berazaskan Marhaenisme tidak atau kurang melakukan praxis untuk kepentingan Marhaen karena sejatinya seorang disebut Marhaenis adalah setiap orang yang berjuang bersama dan membela nasib kaum marhaen serta mengangkat derajat dan martabatnya dari kondisi miskin, melarat menjadi makmur dan sejahtera lahir dan batin, bebas merdeka, berdaulat dan menjadi tuan di negeri sendiri. Sedang pengertian singkat Marhaen adalah Marhaen adalah rakyat yang miskin atau yang telah dimiskinkan oleh sistem kapitalisme dan penjajahan dalam segala bentuk dan manifestasinya,”kata Agung.

Sementara itu pemateri lain, Dra Oerip Lestari S. Santoso, MSi atau yang sering disapa Mbak Oeoel yang membawakan materi tentang relawan, sebuah nilai-nilai luhur yang selama ini terasa semakin luntur. Menurut mbak Oeoel, relawan adalah sebuah perbuatan mulia yang dilakukan secara sukarela, tulus dan ikhlas. “Seorang relawan perlu memiliki berbagai sifat atau karakter, antara lain mempunyai sifat berani (fearless), penyabar, kreatif dan inovatif, mempunyai inisiatif yang tinggi, selalu ramah , mempunyai passion, dan lain-lain,” kata mbak Oeoel.

Dalam sambutan penutupnya Drs. Soewarno HS, MM selaku ketua DPK KBM Kota Semarang mengatakan bahwa pembekalan ini diharapkan dapat menginspirasi, memotivasi para pengurus untuk memperkuat barisan Keluarga Besar Marhaenis khususnya di kota Semarang dengan cara- cara menyusun program kerja gerakan yang marhaenistis dan dapat diwujudkan dalam kerja- kerja politik di lapangan.

Ketua Panitia Pembekalan Calon Pengurus DPK KBM Kota Semarang , A. Rudianto Wibowo, S.Kom, MM ketika ditemui awak media mengatakan bahwa acara ini merupakan langkah gebrak awal dan akan dilanjutkan dengan acara susulan dengan tujuan agar gerakan Marhaenisme di kota Semarang semakin kuat, matang dan mampu dirasakan buah perjuangannya oleh kaum Marhaen.

[Ag]

About Author