Ruwat Bumi Desa Penakir Pemalang, Gunungan Tumpeng Nasi Jagung Ukuran Jumbo Jadi Perhatian Warga

IMG-20230802-WA0230

WWW.INDONESIACERDASNEWS.COM,
PEMALANG – Ruwat Bumi merupakan tradisi yang sudah ada sejak zaman dahulu, dipercaya sebagai wujud rasa syukur warga masyarakat. Pengharapan setahun ke depan serta penghormatan kepada leluhur dan tradisi tersebut dilaksanakan setiap setahun sekali pada bulan Sura di beberapa daerah di Indonesia. Ruwatan bumi juga disebut hajat bumi, prosesi tradisi Ruwat Bumi merupakan serangkaian bentuk dan ritual dalam tradisi ruwat.

Ada yang menarik pada kegiatan ruwat bumi di Dukuh Sigeblog Desa Penakir, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang. Dibuatnya gunungan tumpeng Nasi Jagung oleh warga RT 03, Dukuh Sigeblog dengan ukuran yang fantastis. Pasalnya tumpeng nasi jagung yang dibuat warga harus diarak menggunakan kendaraan roda empat, karena ukurannya yang terbilang tidak wajar seperti tumpeng pada umumnya, yakni dengan tinggi 1,5 meter dan lingkar 2,5 meter.

Di lokasi acara, Kepala Desa Penakir Agus Riyadi kepada media ICN, pada Rabu (2/8/2023) mengungkapkan bahwa ada beberapa acara yang dibuat pada kegiatan kali ini, dimulai manakiban, do’a bersama, pengambilan 9 sumber mata air, Pawe Gunungan, Kidungan, berebut gunungan hasil bumi, serta pagelaran wayang kulit satu malam suntuk.

“Acaranya dari tadi malam, mas, kita adakan doa bersama, terus pengambilan
9 sumber mata air, di lanjutkan pawe gunungan, terus kidungan, dan acara yang paling ditunggu warga adalah berebut air dari sembilan sumber mata air, dan gunungan hasil bumi, kemudian ditutup dengan pagelaran wayang kulit oleh dalang Zaitun dari Purbalingga,”ucapnya.

Kepala Desa juga berharap agar ke depan acara seperti ini tetap dipertahankan, sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan sebagai hiburan untuk masyarakat tentunya.

“Harapannya untuk ke depan acara seperti ini lebih giat lagi, agar supaya lebih maju lagi untuk masyarakat lebih kompak dan mudah- mudahan apa yang menjadi tujuan kita semua, masyarakat Desa Penakir agar lebih sejahtera,” tutur Agus mengakhiri dalam keterangannya.

Sementara menurut salah seorang warga Dukuh Sigeblog Desa Penakir Rosiatun, merasa terhibur dan menyambut baik serta mendukung kegiatan seperti ini, ia juga merasa senang dan mengucapkan terima kasih kepada Pemdes Penakir, dan seluruh masyarakat Desa Penakir, karena masih mempertahankan acara seperti ini yang di daerah lain sudah tidak ada karena tergerus oleh zaman.

“Trimakasih kepada Pemerintah Desa Penakir dan seluruh warga masyarakat Dukuh Sigeblog yang sudah mengadakan acara seperti ini, jelas ini hiburan bagi kami, karena acara seperti ini tidak di setiap daerah ada, dan ini juga sebagai edukasi bagi anak-anak kami untuk memperkenalkan tradisi nenek moyang kita, di era digitalisasi dan zaman modern,”katanya dengan penuh semangat. (Iwn)